Surah An-Nāzi'āt

Indonesia Translation46 Aya count
This page contains the Arabic text, audio recitation, and Indonesia translation of Surah An-Nāzi'āt.
وَٱلنَّـٰزِعَـٰتِ غَرۡقࣰا ﴿١﴾
Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras. (1)
Tafseer:
وَٱلنَّـٰشِطَـٰتِ نَشۡطࣰا ﴿٢﴾
Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut. (2)
Tafseer:
وَٱلسَّـٰبِحَـٰتِ سَبۡحࣰا ﴿٣﴾
Demi (malaikat) yang turun dari langit dengan cepat, (3)
Tafseer:
فَٱلسَّـٰبِقَـٰتِ سَبۡقࣰا ﴿٤﴾
dan (malaikat) yang mendahului dengan kencang, (4)
Tafseer:
فَٱلۡمُدَبِّرَ ٰ⁠تِ أَمۡرࣰا ﴿٥﴾
dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia).895)
*895) Dalam ayat 1-5 Allah bersumpah dengan malaikat-malaikat yang bermacam-macam sifat dan urusannya bahwa manusia akan dibangkitkan pada hari Kiamat. Sebagian mufasir berpendapat, bahwa dalam ayat-ayat ini, kecuali ayat 5, Allah bersumpah dengan bintang-bintang.
(5)
Tafseer:
یَوۡمَ تَرۡجُفُ ٱلرَّاجِفَةُ ﴿٦﴾
(Sungguh, kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam, (6)
Tafseer:
تَتۡبَعُهَا ٱلرَّادِفَةُ ﴿٧﴾
(tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua. (7)
Tafseer:
قُلُوبࣱ یَوۡمَىِٕذࣲ وَاجِفَةٌ ﴿٨﴾
Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut, (8)
Tafseer:
أَبۡصَـٰرُهَا خَـٰشِعَةࣱ ﴿٩﴾
pandangannya tunduk. (9)
Tafseer:
یَقُولُونَ أَءِنَّا لَمَرۡدُودُونَ فِی ٱلۡحَافِرَةِ ﴿١٠﴾
(orang-orang kafir) berkata, "Apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?896)
*896) Setelah orang-orang kafir mendengar adanya hari kebangkitan setelah mati mereka merasa heran dan mengejek sebab menurut keyakinan mereka tidak ada hari kebangkitan. Itulah sebabnya mereka bertanya.
(10)
Tafseer:
أَءِذَا كُنَّا عِظَـٰمࣰا نَّخِرَةࣰ ﴿١١﴾
Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur?" (11)
Tafseer:
قَالُواْ تِلۡكَ إِذࣰا كَرَّةٌ خَاسِرَةࣱ ﴿١٢﴾
Mereka berkata, "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan." (12)
Tafseer:
فَإِنَّمَا هِیَ زَجۡرَةࣱ وَ ٰ⁠حِدَةࣱ ﴿١٣﴾
Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja. (13)
Tafseer:
فَإِذَا هُم بِٱلسَّاهِرَةِ ﴿١٤﴾
Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru). (14)
Tafseer:
هَلۡ أَتَىٰكَ حَدِیثُ مُوسَىٰۤ ﴿١٥﴾
Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah Musa? (15)
Tafseer:
إِذۡ نَادَىٰهُ رَبُّهُۥ بِٱلۡوَادِ ٱلۡمُقَدَّسِ طُوًى ﴿١٦﴾
Ketika Tuhan memanggilnya (Musa) di lembah suci yaitu Lembah Tuwa; (16)
Tafseer:
ٱذۡهَبۡ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ ﴿١٧﴾
pergilah engkau kepada Fir'aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas, (17)
Tafseer:
فَقُلۡ هَل لَّكَ إِلَىٰۤ أَن تَزَكَّىٰ ﴿١٨﴾
Maka katakanlah (kepada Fir'aun), "Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri (dari kesesatan), (18)
Tafseer:
وَأَهۡدِیَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخۡشَىٰ ﴿١٩﴾
dan engkau akan kubimbing ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya?" (19)
Tafseer:
فَأَرَىٰهُ ٱلۡـَٔایَةَ ٱلۡكُبۡرَىٰ ﴿٢٠﴾
Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. (20)
Tafseer:
فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ ﴿٢١﴾
Tetapi dia (Fir'aun) mendustakan dan mendurhakai. (21)
Tafseer:
ثُمَّ أَدۡبَرَ یَسۡعَىٰ ﴿٢٢﴾
Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). (22)
Tafseer:
فَحَشَرَ فَنَادَىٰ ﴿٢٣﴾
Kemudian dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya). (23)
Tafseer:
فَقَالَ أَنَا۠ رَبُّكُمُ ٱلۡأَعۡلَىٰ ﴿٢٤﴾
(Seraya) berkata, "Akulah tuhanmu yang paling tinggi." (24)
Tafseer:
فَأَخَذَهُ ٱللَّهُ نَكَالَ ٱلۡـَٔاخِرَةِ وَٱلۡأُولَىٰۤ ﴿٢٥﴾
Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia. (25)
Tafseer:
إِنَّ فِی ذَ ٰ⁠لِكَ لَعِبۡرَةࣰ لِّمَن یَخۡشَىٰۤ ﴿٢٦﴾
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah). (26)
Tafseer:
ءَأَنتُمۡ أَشَدُّ خَلۡقًا أَمِ ٱلسَّمَاۤءُۚ بَنَىٰهَا ﴿٢٧﴾
Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya? (27)
Tafseer:
رَفَعَ سَمۡكَهَا فَسَوَّىٰهَا ﴿٢٨﴾
Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, (28)
Tafseer:
وَأَغۡطَشَ لَیۡلَهَا وَأَخۡرَجَ ضُحَىٰهَا ﴿٢٩﴾
dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita), dan menjadikan siangnya (terang benderang). (29)
Tafseer:
وَٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ ذَ ٰ⁠لِكَ دَحَىٰهَاۤ ﴿٣٠﴾
Dan setelah itu bumi Dia hamparkan. (30)
Tafseer:
أَخۡرَجَ مِنۡهَا مَاۤءَهَا وَمَرۡعَىٰهَا ﴿٣١﴾
Darinya Dia pancarkan mata air, dan (ditumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. (31)
Tafseer:
وَٱلۡجِبَالَ أَرۡسَىٰهَا ﴿٣٢﴾
Dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan kokoh. (32)
Tafseer:
مَتَـٰعࣰا لَّكُمۡ وَلِأَنۡعَـٰمِكُمۡ ﴿٣٣﴾
(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu. (33)
Tafseer:
فَإِذَا جَاۤءَتِ ٱلطَّاۤمَّةُ ٱلۡكُبۡرَىٰ ﴿٣٤﴾
Maka apabila malapetaka besar (hari Kiamat) telah datang, (34)
Tafseer:
یَوۡمَ یَتَذَكَّرُ ٱلۡإِنسَـٰنُ مَا سَعَىٰ ﴿٣٥﴾
yaitu pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, (35)
Tafseer:
وَبُرِّزَتِ ٱلۡجَحِیمُ لِمَن یَرَىٰ ﴿٣٦﴾
dan neraka diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. (36)
Tafseer:
فَأَمَّا مَن طَغَىٰ ﴿٣٧﴾
Maka adapun orang yang melampaui batas, (37)
Tafseer:
وَءَاثَرَ ٱلۡحَیَوٰةَ ٱلدُّنۡیَا ﴿٣٨﴾
dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, (38)
Tafseer:
فَإِنَّ ٱلۡجَحِیمَ هِیَ ٱلۡمَأۡوَىٰ ﴿٣٩﴾
maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya. (39)
Tafseer:
وَأَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفۡسَ عَنِ ٱلۡهَوَىٰ ﴿٤٠﴾
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, (40)
Tafseer:
فَإِنَّ ٱلۡجَنَّةَ هِیَ ٱلۡمَأۡوَىٰ ﴿٤١﴾
maka sungguh, surgalah tempat tinggal-(nya). (41)
Tafseer:
یَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَیَّانَ مُرۡسَىٰهَا ﴿٤٢﴾
Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat, "Kapankah terjadinya?" (42)
Tafseer:
فِیمَ أَنتَ مِن ذِكۡرَىٰهَاۤ ﴿٤٣﴾
Untuk apa engkau perlu menyebutkannya (waktunya)? (43)
Tafseer:
إِلَىٰ رَبِّكَ مُنتَهَىٰهَاۤ ﴿٤٤﴾
Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahannya (ketentuan waktunya). (44)
Tafseer:
إِنَّمَاۤ أَنتَ مُنذِرُ مَن یَخۡشَىٰهَا ﴿٤٥﴾
Engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari Kiamat). (45)
Tafseer:
كَأَنَّهُمۡ یَوۡمَ یَرَوۡنَهَا لَمۡ یَلۡبَثُوۤاْ إِلَّا عَشِیَّةً أَوۡ ضُحَىٰهَا ﴿٤٦﴾
Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari. (46)
Tafseer: